Menjadi Franchisor Yang Mastery Di Bisnisnya

Maju tidaknya sebuah bisnis waralaba tentunya tidak bisa lepas dari faktor Franchisor selaku pemilik usaha waralaba dalam mengembangkan bisnisnya serta memberikan support kepada franchisee nya. Hal ini sangatlah penting dilakukan agar bisnis waralabanya tak lekang dimakan waktu. Namun, tak sedikit pula dijumpai bahwa banyak franchisor yang kurang mempedulikan poin ini.

Lantas, bagaimana sebenarnya asumsi Franchisor yang baik itu? Managing Partner dari International Franchise Business Management (IFBM) Royandi Yunus memaparkan seperti apa franchisor yang baik itu. Menurut pengamat senior waralaba ini, Franchisor yang baik adalah Franchisor yang Mastery di bisnisnya. “Juga memiliki bisnis model yang telah terbukti sukses sesuai dengan pengalaman suksesnya, memiliki organisasi khusus untuk menangani Franchisee nya, dan selalu berorientasi untuk keuntungan Franchisee nya,” katanya.

Terkait support kepada Franchisee, Pria yang akrab disapa Roy ini menjelaskan bahwa Support yang paling penting adalah membuat Franchisee paham (bukan sekedar tahu) cara menjalankan bisnis yang milik Franchisor serta menjadi untung. “Caranya dengan memberikan pelatihan berkala, memonitor tindakan Franchisee untuk kemudian memberikan saran perbaikan bila terjadi penyimpangan, memberikan saran-saran operasional dan marketing berdasarkan hasil analisa progres yang dijalankan oleh Franchisee.,” papar Roy.

Karenanya, lanjut Roy, Franchisee diminta untuk melaporkan kegiatan bisnisnya melalui laporan keuangan yang telah ditentukan oleh Franchisor. “Karena melalui laporan keuangan tersebut, Franchisor dapat menganalisa tindakan berbisnis dari Franchisee. Hal lain yang penting dilakukan oleh Franchisor adalah selalu memperkuat brand atau merek dagangnya, karena dengan begitu, seluruh Franchisee nya akan dapat menikmati hasilnya,” ujarnya.

Menyoroti franchisee, Roy menilai agar bisnis yang dijalankan oleh Franchisee sukses, Franchisee perlu memperhatikan saran dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Franchisor. Atau dengan kata lain, mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh Franchisor. “Sering terjadi Franchisee berfikir bahwa saran dari Franchisor tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh Franchisee. Hal ini umumnya terjadi karena Franchisee berpikir bahwa bisnis tersebut adalah miliknya, hanya brand atau merek saja yang milik Franchisor, yang sudah dikompensasi dengan Royalty Fee yang dibayarkan bulanan,” ucapnya.

Menurut Roy, sebuah bisnis yang sama dan sama-sama sukses, akan memiliki pengalaman atau cara sukses yang berbeda. “Terutama dari bisnis model yang telah terbukti sukses tersebut pasti memiliki keunikan sendiri. Tata cara yang dijalankan oleh Franchisor atau masing-masing pemilik bisnis akan berbeda, sehingga penggabungan tindakan dari macam-macam referensi belum tentu akan menghasilkan kesuksesan yang sama. Jadi intinya, ikutilah saran dan aturan main Franchisor,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *