Empat Ancaman Tersembunyi Dibalik Bisnis Mapan

Banyak perusahaan Indonesia terancam gagal dan mungkin tidak bisa bertahan untuk 5 tahun kedepan. mengapa bisa begitu? karena ancaman-ancaman ini kadang sudah sangat jelas didepan mata tetapi banyak yang tidak menyadarinya.

Seperti kadang kita mencari kunci atau handphone kita, padahal ada tepat di pangkuan kita sendiri, tetapi malah kita mencari-mencari di tempat lain dan menghabiskan waktu 5 sampai 15 menit.

Apalagi jika anda pemakai kacamata, pasti paling tidak, anda pernah mengalami kehilangan kacamata. Padahal kacamata persis kita taruh dibagian atas dahi kepala. *psssstt… saya sendiri kadang mengalaminya…

Tetapi memang begitulah manusia, kadang kita tidak bisa mengetahui atau melihat seluruh ancaman, apalagi di dalam bisnis.

Pengalaman 8 tahun saya dalam membantu 130 perusahaan lebih secara 1-on-1 membuat saya cukup beruntung untuk bisa melihat perusahaan sebagai orang luar dan disanalah saya menemukan 4 ancaman ‘tersembunyi’ di bisnis yang sudah mapan.

Apa itu bisnis mapan?

Ialah suatu bisnis jika dalam bisnis tersebut memiliki tiga poin ini :

  • Memiliki lebih dari 30 hingga 80 karyawan
  • Memiliki omset penjualan per tahun berkisar antara 3 sampai 7 Miliar Rupiah
  • Dalam masa transisi seorang pengusaha yang mau membangun tim manajemen yang terdiri dari manager-manager yang bagus


4 Ancaman Untuk Bisnis Yang Sudah Mapan

  1. “Kerja keras saja cukup untuk bisnis”

itulah yang sering saya dengar untuk pengusaha di bisnis yang sudah mapan. Banyak berpikir bahwa selama saya kerja keras seperti jaman dulu ketika bisnis ini dari nol, maka untuk bisnis yang sudah mapan pun, kerja keras bisa membawanya ke tingkat berikutnya.

Kabar buruknya adalah pemikiran ini kurang tepat untuk tingkatan bisnis mapan. Di tingkatan bisnismapan, pengusaha harus tahu apa yang harus sebenarnya dikerjakan. kata kuncinya: “Kerja benar” bukan “kerja keras”.

2. “Saya mau mencari atau merekrut orang seperti saya”

Mereka berusaha keras mencari orang seperti si pengusahanya sendiri. Ini pemikiran yang kurang tepat karena 2 hal

Sangat susah dan sangat mahal (dalam segi waktu dan uang atau gaji). artinya sangat tidak praktis strategi ini

    • kalaupun memang ketemu dan orang tersebut mau bekerja menggantikan anda. Anggaplah orang ini 2 tahun bekerja menggantikan anda, dan tiba dia geger otak atau kena penyakit “stroke”, apa yang terjadi?

Pemikiran yang lebih tepat dan enak adalah bagaimana seorang pengusaha membuat sistem dan tim manajemen untuk menggantikan dirinya.

Anda biasanya harus digantikan oleh 3 sampai 5 orang. tetapi jika anda memiliki 5 pengganti, 2 nya hilang, anda masih memiliki sisa berapa orang.

3.“Sekarang aja bagus bisnisnya, ngapain berubah? ngapain aneh-aneh, coba ini itu?”

Banyak orang mengatakan pada saya: “bisnis saya bagus kok sekarang, profit bagus, waktu kerja pun bisa diatur dengan enak, kenapa berubah? cari penyakit?”

Perlu diingat, segala sesuatu didunia ini tidak ada yang pasti, semuannya pasti berubah kecuali kematian dan pajak. Kalau anda cermati perusahaan yang ternama di Indonesia dan di Amerika, perusahaan yang profitable, mereka tidak pernah puas dengan keadaan bagus. Malahan kalau semua bagus, CEO nya biasanya khawatir. kenapa khawatir? karena mereka sadar bahwa jika semua bagus dan tidak ada yang salah, berarti perusahaan tersebut tidak berani dan tidak cukup cepat berinovasi untuk menghadapi persaingan.

Sering sekali pengusaha mulai berubah ketika keadaan bisnis sudah jelek dan biasanya sangat susah untuk merubah situati karena ‘nasi sudah jadi bubur’. tetapi justru perusahaan terbaik bisa naik ke tingkat selanjutnya adalah selalu mencari cara untuk lebih baik lagi yaitu dengan cara berubah.

Perubahan-perubahan apa saja yang harus dilakukan? perubahan mana yang belum anda lakukan? saya akan beberkan di seminar bisnis saya miggu depan.

4. Pesta selalu berakhir

Apakah anda pernah menhadiri sebuah pesta? Pesta selalu berakhir bukan? Pernah tidak ke pesta yang tidak pernah berakhir atau selesai? Tidak mungkin donk… selalu ada awal dan akhir…betul, begitu juga dengan “pesta bisnis”. Maksudnya apa? Ya.. seperti pesta, berbisnis ketika keadaan ekonomi dan pertumbuhan bisnis semua terasa begitu mudah, menyenangkan, enak, enjoy, dan bisnis apapun mudah.

tetapi karena pesta selalu berakhir, maka keadaan bisnis “enak” juga selalu ada akhirnya. Apa yang bisa dilakukan? Ini hanyalah hukum alam bisnis… hampir tidak bisa dilawan. TETAPI….. ada yang satu hal penting yang pengusaha bisa lakukan untuk bersiap-siap…

CARILAH PESTA LAINNYA SEBELUM PESTA YANG SEKARANG BERAKHIR!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *