Jalan Untuk Meningkatkan Sales

Setiap tahun khususnya di awal-awalnya banyak franchisor yang mulai mengadakan pelatihan terhadap franchisee nya. Tentu saja, tujuannya adalah untuk meningkatkan performa franchisee yang under perform. Karena sejatinya, produktifitas sebuah perusahaan franchise 90% ditentukan oleh kinerja franchisee.

Ini memang merupakan PR besar yang harus diperhatikan oleh setiap franchisor guna menyamakan frekuensi untuk menggapai GOAL di tahun 2017. Sebab tugas seorang franchisor adalah bagaimana mensukseskan setiap gerai franchise yang sudah dibuka.

Namun pertanyaannya adalah, seberapa kuat komitmen franchisor dalam mensukseskan setiap franchise nya?

Dalam sebuah kesempatan kami sering melihat banyak sekali gera-gerai franchise yang sepi pembeli, bahkan ada beberapa gerobak yang tergeletak tanpa penghuni dan tanpa adanya aktifitas penjualan. Ini merupakan problem serius yang harus dibenahi para franchisor, karena jangan sampai outlet booth dan gerainya tanpa penghuni tapi brand atributnya masih tetap bertengger.

Tentu bukan hanya problem outlet yang sedang “sekarat” saja yang menjadi tanggung jawab franchisor, namun outlet franchisee yang masih eksis namun tidak perform juga harus menjadi tanggung jawabnya.

Dari berbagai pertemuan dengan franchisee, beberapa problem yang sering timbul dari cerita mereka antara lain; Gerai sepi pengunjung dan pembeli, Omset gerai waralaba kecil dan tidak bisa menopang biaya overhead, Omset tidak bergerak atau cenderung stagnan, Omset bagus tapi bisnis tidak untung alias rugi.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Anda sebagai franchisor menyikapinya? Saya melihat ada dua hal yang bisa dilakukan, antara lain:

Pertama, Observasi permasalahan yang timbul dari faktor internal. Permasalahan internal lazimnya bermula dari SDM. Hal yang kritikal mengenai SDM adalah sistem penggajian dan kompensasi success fee bagi tim penjualan. Ini pernting, karena membangun rasa memiliki dan kompentensi setiap SDM merupakan langkah awal untuk melakukan pembenahan. Jika Anda sudah memiliki frekuensi yang sama dengan SDM, tentunya akan semakin mudah bagi Anda membangun budaya dan etos kerja guna mencapai sebuah target.

Masih terkait masalah internal. Sebagai Owner, Anda juga mesti cek hasil laporan keuangan perusahaan. Anda mesti amati betul setiap transaksi keluar guna memastikan efisiensi dari setiap gerai waralaba. Hal ini penting, karena banyak sekali gerai waralaba dengan omset tinggi namun pengeluarannya juga tidak terkontrol. Sehingga akan sangat mempengaruhi profit usaha waralab Anda. Untuk mengamati transaski yang keluar, Anda wajib melakukan ceklist dan buat bujeting khusus. Dengan begitu, staf keuangan Anda akan memiliki acuan untuk melakukan pengeluaran uang.

Kedua, observasi permasalahan eksternal, terutama menyangkut Local Marketing Plan. Hal ini penting, karena Lokal Marketing menyangkut bagaimana seorang franchisee bisa memasarkan produk atau jasa bisnis Anda. Sebab produk dan jasa Anda tidak bisa berjalan sendiri ke customer.

Dalam sebuah buku instant cashflow ada kerangka pemikiran yang menarik dari Brad Sugar, pendiri Action Coach untuk meningkatkan penjualan dan profit bisnis. Kerangka tersebut terdiri dari:

  • Leads (Calon Pelanggan): Jumlah calon pembeli potensial yang akan bertransaksi di bisnis kita. Kalau saya terangkan di bisnis franchise, jelas dalam sebuah gerai kita perlu memperbanyak calon pembeli yang datang ke outlet kita. Bagaimana caranya? Kita bisa membuat berbagai program untuk menarik pelanggan. Karena masyarakat Indonesia suka yang gratis kita bisa buat program GRATIS. Artinya setiap pembelian nilai transaksi tertentu gratis produk tertentu. Leads, kita bisa tingkatkan melalui berbagai cara, menyebarkan brosur, sms, e-mail, iklan, banner, spanduk, baliho, dll.
  • Conversation Rate : Prosentase orang yang membeli dibanding yang tidak membeli. Contohnya jika ada 10 orang datang di gerai franchise Anda dan Anda berhasil menjual hanya kepada 3 orang saja maka tingkat kesuksesannya adalah 30%. Ini menjadi acuan bagi Anda untuk menentukan cara bagaimana meningkatkan jumlah leads atau calon prospek pelanggan Anda sehingga transaksi yang akan diharapkan akan tercapai.
  • Pelanggan: Berapa jumlah pelanggan yang akan Anda dapatkan melalui berbagai program promosi tersebut. Lalu Anda harus cari tahu rata-rata transaksi setiap pelanggan di gerai franchise Anda, pastinya kita bisa ukur omset dan profit yang akan diraih.

Contoh sederhana dari ke-3 kerangka tersebut: Ketika kita menargetkan omset satu hari senilai Rp. 2.000.000,-, dengan rata-rata orang berbelanja senilai Rp. 50.000,-, maka kita membutuhkan 40 customers.

Untuk mendapatkan 40 customers, katakan success ratenya 50% dari orang yang datang akan berbelanja, maka kita perlu Leads sejumlah 80 calon customers yang datang setiap hari. Lalu bagaimana untuk mendapatkan 80 orang untuk datang ke gerai kita? hal ini bisa kita lakukan dengan berbagai cara, bisa melalui Program Marketing, Local Promotion, dan lain-lain. Akhir kata, mudah-mudahan catatan “The Way to Increase Sales” ini akan membawa kemajuan untuk bisnis Anda. Selamat berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *