Kemitraan dan Franchising

Kemitraan Bisnis bisa dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti:

1. Joint venture
2. Kerjasama modal
3. Reseller
4. Keagenan
5. Licensing
6. Direct selling
7. Operator management
8. Multi Level Marketing
9. Franchising (sebagai salah satu alternatifnya)

Pada kemitraan dengan OPERATOR MANAGEMENT misalnya pada usaha hotel atau rumah sakit, pihak mitra melakukan set up perusahaan hotel atau rumah sakitnya sendiri. AKAN tetapi AGAR memiliki peluang yang baik di pasar, mereka menggunakan JASA OPERATOR MANAGEMENT HOTEL berikut NAMA jaringannya. Kita ambil contoh: Sheraton Hotel. Di ini bisnis DIMILIKI oleh MITRA dan pihak operator management diberi imbalan MANAGEMENT FEE.

Contoh lain adalah kemitraan PENGGUNAAN TEMPAT. Seperti yang mungkin dilakukan beberapa brand franchise (KFC, Starbucks, dan lain-lain). Pihak mitra menyediakan lokasi yang sesuai dengan kriteria pemilik brand. Kemudian pemilik brand melakukan investasi dan mengoperasikan bisnisnya sendiri. Pihak mitra TIDAK MEMILIKI usaha tersebut. Pemilik brand yang memiliki usaha tersebut. Mitra pemilik tempat mendapatkan BAGI HASIL dari usaha pemilik brand.

Contoh ketiga adalah JOINT VENTURE, dimana usaha tersebut DIMILIKI BERSAMA. Mungkin saja, pihak mitra menyediakan modal dan tempat. Sedangkan pihak pemilik brand menyediakan JASA PENGELOLAAN dan memberikan HAK PENGGUNAAN BRAND-nya. Dalam hal ini seluruh pengaturan dan pembagian kerjanya diatur bersama berdasarkan kesepakatan. Pihak mitra dan pemilik brand berbagi hasil sesuai bagian kepemilikan usahanya.

FRANCHISING adalah kemitraan di mana pihak FRANCHISOR (pemberi franchise) memberikan HAK PENGGUNAAN BRAND dan CARA-CARA BERBISNIS-nya (business format) kepada FRANCHISEE (penerima franchise). Unit usahanya DIMILIKI OLEH FRANCHISEE.

YANG TERPENTING dalam melakukan kemitraan, dinyatakan dengan jelas bahwa usaha itu MILIK SIAPA? Milik MITRA, atau dimiliki PEMILIK BRAND, atau DIMILIKI BERSAMA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *