Menentukan Franchise Fee Dan Royalty Fee

Bagaimana cara menghitung dan menentukan harga FRANCHISE FEE dan ROYALTY FEE?

Kebijaksanaan menetapkan harga pada umumnya dilakukan melalui salah satu dari 3 metode PRICING POLICY atau kombinasi ketiganya:

MARKET ORIENTED METHOD

Yaitu metode menetapkan harga dengan mengacu pada harga yang sudah ditawarkan oleh para kompetitor. Dengan menyadari potensi yang dimiliki dan mengacu pada harga yang sudah ditetapkan oleh kompetitor maka bisa dirancang harga FRANCHISE FEE atau ROYALTY FEE yang akan diterapkan.

CUSTOMER ORIENTED METHOD

Yaitu kebijakan menetapkan harga dengan berorientasi pada MINAT BAYAR (willingness to pay) dari pasar yang ada. Misalnya  menawarkan bisnis ini di Sulawesi, mungkin masyarakat di sana bukan tidak memiliki uang,  tetapi mereka mempunyai pandangan nilai wajar (dan minat membayar) terhadap bisnis yang ditawarkan lebih rendah dari pandangan pemilik bisnis,  maka harga dari penilaian masyarakat/pasar itulah yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menetapkan harga.

COST ORIENTED METHOD

Yaitu penetapan harga dengan cara menghitung terlebih dahulu biaya-biaya (baik produksi maupun operasional) yang perlu dikeluarkan, baru kemudian menentukan HARGA JUAL yang bisa menutupi BIAYA + KEUNTUNGAN yang ingin didapatkan.

Menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee dapat dilakukan dengan kombinasi metode di atas.

Hal yang PERLU DIINGAT  adalah, berapapun harga franchise fee dan royalty fee yang sudah ditetapkan sebaiknya memperhitungkan agar unit usaha Penerima Franchise (Franchisee) yang menjalankan unit bisnisnya TETAP MEMILIKI POTENSI KEUNTUNGAN DAN PENGEMBALIAN MODAL (Break Even Point = BEP) yang baik.

Sebaliknya, Franchise Fee dan terutamanya Royalty Fee yang diterima Pemberi Franchise (FRANCHISOR) akan memberikan keuntungan, dan bahkan PASSIVE INCOME yang baik bagi Franchisor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *