Mengelola Bisnis Franchise

Berbisnis itu sering dianalogkan memasuki dunia peperangan. Kita perlu membangun kekuatan, kemudian melakukan penyerangan, dan akhirnya menguasai medan perang serta mempertahankannya.
Mengelola Bisnis Franchise.
Sering kita mendengar keluhan sulitnya mengelola bisnis franchise. Franchisor mengeluhkan perilaku para franchiseenya yang ‘nakal’ dan mau seenaknya saja. Para franchisee mengeluhkan franchisornya yang tidak memberikan ‘support’ yang cukup dan menelantarkan mereka.
Dari pengamatan yang mendalam didapatkan bahwa inti permasalahannya adalah mengenai ‘pemahaman pengelolaan bisnis (franchise)’.

Pemberi waralaba (franchisor) yang sekarang berkembang tidak memahami bahwa inti pengelolaan franchise adalah ‘memberdayakan para franchiseenya agar mandiri dan menang bersaing’. Para franchisor umumnya berorientasi kepada sales/penjualan saja. Jika franchisenya banyak yang beli, mereka sudah menganggap bahwa bisnisnya sukses. Disisi lain, para franchisee hanya menganggap bahwa jika jualan gerainya laku keras, maka mereka mengartikan bahwa bisnisnya sukses.
Mereka tidak paham betul bahwa dalam berbisnis adalah perlu berorientasi meningkatkan ‘keuntungan, mengembangkan pasar, dan berdaya tahan lama’.
Mengelola bisnis franchise dan bisnis pada umumnya sesungguhnya mengimplementasikan 2 hal, yaitu: melengkapi perangkat bisnis yang disusun dengan skill (keterampilan, seperti: system IT, SOP, program-program pemasaran, organisasi, dlsb), dan juga menjalankan pengelolaan bisnis dengan soft skill (seperti: leadership yang baik, motivasi bisnis, membangun loyalitas, efektifitas bekerja, dslb). Maka seringkali kita melihat ada bisnis yang sudah lengkap perangkatnya, seperti: organisasi, SOP, training center, system IT, program marketing dan lainnya, tetapi bisnisnya tetap tidak berjalan lancar. Kenapa? ternyata cara pengelolaannya tidak sarat dengan motivasi yang tinggi, cara memimpinnya otoriter dan kejam, tidak ada harmonisasi dalam menjalankan pekerjaannya, dan lain2nya. Situasi ini tentunya tidak akan membuat suatu bisnis terkelola dengan baik, dan akan sulit sekali memenangkan persaingan bisnisnya.
Khusus di dalam bisnis franchise, persyaratan di atas masih perlu ditambah dengan penyusunan 3 program yang efektif, yaitu: membuat program ‘support (dukungan)’ kepada para franchiseenya, Membuat program pengembangan (development) agar selalu unggul, dan Membuat program relationship (membangun hubungan baik) dengan para franchisee dan pelanggannya.
Memenangkan Persaingan.
Situasi kompetisi saat bisnis semakin agresif (seperti mengembangkan jaringan franchise) akan mendapatkan reaksi yang kompetitif dilapangan. Bahkan ada juga factor lain yang meningkatkan persaingan seperti era globalisasi dan perdagangan bebas yang akan menumbuhkan persaingan yang semakin berat.
Bagaimana kiatnya memenangkan persaingan dalam berbisnis? Pada umumnya jurus memenangkan persaingan adalah dengan mengupayakan 2 hal:
  1. Membangun ‘nilai tambah’ (added value) yang dapat membuat target marketnya datang lebih banyak. Atau dengan kata lain, dapat meningkatkan penjualan. Implementasinya dapat berupa membuat produk yang inovatif, program-program pemasaran yang kreatif dan lainnya.
  2. Yang kedua adalah, dengan membuat dan membangun system yang membuat pengelolaan usaha menjadi lebih efisien. Atau dengan kata lain, dapat meningkatkan keuntungan. Implementasinya dapat berupa pembuatan system, melengkapi program IT, dan lainnya.
Tetapi saat ini (dengan pertimbangan terbukanya pasar yang lebih luas), juga diperlukan program tambahan lainnya yaitu program ‘Branding’ yang holistic. Bagaimana dipersaingan kita akan memposisikan bisnis kita. Bagaimana tim internal kita akan mengusung dan menampilkan bisnis ini. Dimana ujungnya adalah bahwa bisnis kita akan tetap menjadi pilihan bagi pasar dimana kita berada.
Menguasai Pasar.
Menguasai pasar berarti kita akan mengukur besaran kuantitas. Artinya sebagai pebisnis kita perlu tahu benar berapa besar potensi pasarnya (baik dari jumlah potensi pelanggannya, maupun besarnya nilai uang yang ada), serta kuantitas pesaingnya.
Cara memenangkan persaingan telah diuraikan di atas. Khusus untuk bisnis franchise, kecepatan pengembangan pembukaan gerai juga akan menjadi nilai tambah dalam merebut potensi pasar. Franchising adalah salah satu cara untuk melakukan penetrasi pasar dengan cepat dan meluas.
Untuk menguasai pasar maka artinya juga kita perlu menjaga pasar yang sudah didapat melalui persaingan agar tidak lepas lagi. Untuk mememberikan gambaran yang lebih jelas, saya kerap mengutip ibarat yang disampaikan oleh Roger Hamilton, yaitu:
Ibarat kita menginginkan kupu-kupu yang banyak untuk ada di taman kita, mungkin kita tidak perlu membuat jaring yang besar. Jaring yang besar mungkin bisa menangkap kupu-kupu yang banyak, tetapi kupu2 itu mungkin akan lepas lagi saat jaringnya dibuka.
Upaya lain yang bisa kita lakukan adalah membuat taman kita yang indah dan penuh bunga. Dengan demikian kupu2 itu akan datang sendiri dan tidak pergi lagi. Yang perlu kita lakukan adalah merawat dan membuat bunga2nya tumbuh lebih banyak.
Demikian juga dengan kiat menguasai pasar. Pelanggan yang sudah datang dari upaya memenangkan persaingan perlu dirawat agar mereka selalu menjadi pelanggan yang loyal. Mereka juga akan menarik pelanggan2 baru lainnya untuk datang kebisnis kita.
Didalam bisnis franchise untuk menguasai pasar dan menjadi market leader tidak hanya perlu mempercepat mengembangkan jaringan franchiseenya. Tetapi juga merawat mereka agar mereka menjadi lebih sukses, dan bahkan memberdayakan mereka agar mereka dapat mandiri mengembangkan pasarnya. Tetapi, franchisornya juga dapat memberikan pengertian bahwa suksesnya franchisee adalah atas kerjasama dan dukungan dari franchisornya.
Menjadi market leader dengan franchising adalah membangun franchisee2nya menjadi sukses dan mandiri, tetapi tetap dengan pengertian bahwa franchisorlah yang membuat mereka sukses..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *