Pemilik Bisnis Harus Suka Perang

Didalam buku the art of war – seorang Jenderal Cina bernama Sun Tzu, mengatakan untuk dapat mengalahkan musuh (kompetitor) adalah dengan mengetahui sepak terjang musuh kita.

Perang di Jalur Gaza yang sedang ‘memanas’ membuat banyak orang mengutuk kalangan tertentu. Sampai di negara kita sendiri banyak sekali yang juga ingin berpartisipasi di dalam situasi perang disana dengan bentuk menjadi relawan untuk medis sampai mau menjadi salah satu pejuang melawan negara yang dipandang lebih kuat. Menariknya kondisi seperti ini sudah terjadi dari beratus-ratus tahun lalu dimana manusia tidak bisa lepas dari yang namanya ‘perang’. Pola perang atau kalau saya boleh menyebut dengan ‘strategi-perang’, sangat sistematis dan membentuk suatu kesamaan dengan sistem manajemen bisnis. Paling mudahnya saja di dalam dunia militer dikenal nama Komandan Lapangan atau Commanding Officer yang kalau di dalam dunia bisnis biasa disebut sebagai Chief Executive Officer.

Didalam buku the art of war – seorang Jenderal Cina bernama Sun Tzu, mengatakan untuk dapat mengalahkan musuh (kompetitor) adalah dengan mengetahui sepak terjang musuh kita. Jangan sesekali menjauhkan diri dari musuh atau kompetitor kita, justru semakin dekat kita dapat mengetahui tentang Strength,Weakness,Opportunity dan Threat (SWOT)

Di buku itu juga disebutkan bahwa untuk memenangkan perang, anda harus mempunyai Competititve Advantage di Manajemen,Tim,Teknologi,dll sehingga bisnis anda bisa membuat Benteng Pertahanan yang kuat untuk bertahan dalam peperangan harga yang sengit. Ada saat dimana anda bertahan dan ada saat dimana anda menyerang.

Tidak selamanya kata ‘perang’ atau ‘militer’ terkesan negatif atau seram, saya termasuk seorang pemerhati militer baik di Indonesia maupun di dunia Internasional. Makin banyak membaca,mendengarkan dan melihat peristiwa perang dari jaman Romawi sampai Perang Dunia II atau perang modern saat ini, sistem yang digunakan dan selalu sama adalah adanya Rule of Engagement atau Rule of The Game, adanya satu kesatuan tujuan (GOAL) dalam mencapai kemenangan (VISION).

Dan satu lagi yang mungkin saya bisa ‘share’ dalam kesempatan ini adalah pola pikir atau boleh juga disebut sebagai ‘ideologi’ NEVER SAY ‘NO’. Di dalam militer, seorang prajurit tidak boleh menolak apapun perintah yang diberikan oleh Komandan Pasukan. Awalnya terdengar otoriter sekali atau tidak manusiawi, tetapi setelah saya pelajari, ideologi itu juga saya terapkan di dalam bisnis saya. Dengan tidak pernah mengatakan TIDAK dan selalu mengatakan YA, artinya disitu ada pola berpikir yang berkembang atau disebut juga dengan Growth MindSet. Seseorang bisa lebih maksimal dengan tidak adanya ‘I KNOW’ dan bisa melakukan Tes dan Ukur mengenai apa saja yang diperintahkan oleh atasan. Oleh sebab itu, seorang pemimpin atau komandan harusnya orang yang mempunyai EQ yang cukup tinggi bukan hanya IQ saja,sehingga tidak memberikan sembarang PERINTAH. Sama dengan seorang pemilik bisnis, pastikan anda terus berlatih untuk mengasah pengembangan diri sendiri dengan terus mencari lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan anda saat ini.

Di alinea terakhir ini (karena saya tidak kebanyakan cerita..), pengalaman saya sebagai seorang pelatih bisnis juga terus di asah dengan sering bertemu pemilik bisnis baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kesimpulan adalah hanya satu, dikala anda mengatakan bahwa anda tidak memerlukan orang lain atau lingkungan untuk membantu anda di dalam bisnis berarti di saat itulah bisnis anda tidak akan mempunyai ‘sekutu’ atau teman untuk berjuang melawan serangan dari kompetitor.

Apapun dan seberapa besar yang anda rencanakan saat ini, jangan berpikir terlalu lama…JUST MAKE IT HAPPEN !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *