Waktunya Mentransformasi Brand Franchise

Transformasi secara sederhana berarti mengubah bentuk. Lalu apa hubungannya dengan bisnis franchise? Secara khusus maksud tranformasi disini ialah dengan mengubah gaya kerja dari bisnis franchise. Transformasi bisnis di bidang franchise beraneka ragam, setidaknya ada 6 hal yang diperlu ditransformasi.

Namun, latar belakangnya bisa jadi disebabkan tiga faktor, pertama dari adanya kenaikan UMP; kedua, disebabkan tantangan banyaknya brand asing yang mulai masuk pasar Indonesia, artinya kita sudah tidak bermain dengan lokal lagi, tapi sudah bermain dengan brand-brand asing. Lalu ketiga, karena rendahnya omset atau rendahnya success rate franshisee yang lemah di bawah 80%.

Bila berkaca dari para pemain-pemain franchise hebat yang masuk nominasi Anugerah Brand Indonesia 2017 kemarin sebenarnya brand-brand lokal memiliki kualifikasi untuk berkompetisi dengan waralaba asing. Karena rata-rata mereka sudah melakukan perubahan yang cukup besar, sehingga diharapkan kedepan akan ada sekitar 500 brand lokal yang mampu bersaing dengan brand franchise asing.

Walaupun demikian, waralaba lokal masih perlu melakukan suatu transformasi, agar mampu menjadi pemenang di tengah ketatnya persaingan franchise global. Ada 6 hal yang mendasar yang perlu dilakukan transformasi; Pertama, transformasi mindset franchisor. Seorang franchisor harus costomer dan franchisee fokus, artinya franchisor harus tahu betul bagaimana membuat untung gerai franchisee. Disamping itu juga bersama-sama membangun produktivitas agar pelanggan tetap loyal dan mau terus memilih brand-nya, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan gerai dan omset. Bagi franchisee, Jangan pula melulu harus mengandalkan penuh franchisor. Seorang franchisee juga dituntut untuk lebih kreatif mengembangkan bisnis.

Kedua, transformasi penggunaan sistem IT. Bila selama ini cuma baru bebera brand saja yang menggunakan sistem teknologi ERP dan CRM dalam mengelola outlet. Kedepan diharapkan semua brand lokal sudah menggunakannya, sehingga memudahkan franchisor dalam mengontrol performa seluruh outletnya. Ketika ada problem dan penurunan omset, dengan IT berbasis terpusat bisa langsung diantisipasi dengan cepat. Selain itu franchisor harus punya databese customer-nya, ini akan memudahkan dalam komunikasi, managerial dan untuk meningkatkan sales.

Ketiga, transformasi dalam management. Organisasi franchise harus benar-benar di-manage dengan baik. Transformasinya ke arah perbaikan SDM yang harus berkinerja positif. Dibuat suatu standar yang kuat sehingga franchisor bisa mengendalikan jaringan bisnisnya, bisa membuat organisasi lebih lincah, ramping, dan cepat bergerak. Yang paling terpenting memiliki kesamaan visi dan misi. Bila perlu dilakukan re-training ulang orang-orang yang ada di dalamnya.

Beberapa pemain franchise sudah melakukan re-training ulang ini, baik di level manajer, supervisor, staff, dan karyawan, sehingga gerakannya lebih optimal dari sebelumnya.

Keempat, transformasi managemen support. Bagaimana membuat franchisor mampu membangun managemen support dengan tingkat komplain rendah. Mulai dari proses pengiriman  produk, support, mentoring oulet, training ulang, dan bagaimana mengatasi problem solving di lapangan. Ketika ini diberlakukan, saya yakin franchesee akan merasa happy. Dari sisi customer service juga perlu, selama ini customer service franchise relatif masih banyak yang under perform, khususnya franchise lokal.

Kelima, transformasi di bidang marketing. Franchisor perlu melakukan support marketing dengan berskala nasional, baik program harian atau bulanan. Juga menggarap moment-moment hari besar nasional seperti hari ibu, hari kartini, hari pahlawan, dan lain-lain. Selain itu franchisor harus mulai masuk ke digital marketing seperti facebook, twitter, dan youtube (yang masih sangat jarang). Perlu melakukan terobosan ke arah sana.

Keenam, tranformasi konsep gerai. Yang paling mencolok dalam bisnis adalah konsep desain gerai. Perlu ada perubahan dalam konsep gerai. Kalau kita mau bersaing, ya, yang paling tampak fisik outlet.  Automaticly outlet harus berubah lebih dinamis, tampilannya lebih menarik, meyakinkan, dan nyaman untuk bertransaksi.

Bila keenam hal itu bisa dilakukan untuk melakukan performa terbaik, saya menaruh harapan besar brand franchise Indonesia bisa menuju Brand World Class Company, paling tidak punya brand yang bisa sejajar dengan brand yang sudah ternama seperti Mc Donald’s atau KFC. Selamat berbisnis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *