Wujudkan Franchise Yang Lebih Baik

Bisnis franchise tumbuh sangat signifikan setiap tahunnya, baik yang membeli atau yang menawarkan. Sayangnya, jumlah gerai waralaba yang ditutup juga tidak sedikit. Dibawa kemana franchise kedepan?

Berbicara bisnis franchise di tanah air, dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal tersebut bisa dilihat dari setiap pameran franchise di Jakarta, yang selalu diikuti oleh ratusan peserta dan dibanjiri oleh ribuan calon investor.

Namun meski dibanjiri calon investor, nyatanya bisnis dengan total investasi triliunan rupiah ini, menggelinding dengan sendirinya, seakan tanpa arah yang jelas. Mau dibawa kemana franchise Indonesia kedepan?

Pertanyaan itu muncul mengingat meski terus bertumbuh jumlah gerai franchise yang ditutup juga semakin banyak. Memang belum ada angka pasti gerai waralaba yang berguguran. Beda franchise beda juga tingkat kegagalannya. Meski demikian kejadian seperti ini, patut menjadi perhatian bersama.

Bicara kegagalan ada beberapa kemungkinan,bisa dari pihak franchisor, franchisee atau keduanya. Dilihat dari sisi franchisor, salah satunya bisa disebabkan oleh bisnisnya belum proven, tapi sudah difranchisekan dan tentunya juga kurangnya pemahaman franchisor akan manajemen franchise. Ditengok dari franchisee, banyak franchisee salah anggap beli franchise tinggal ongkang-ongkang kaki padahal, berbisnis franchise tak bedanya menjadi entrepreneur yang harus berkomitmen teguh terhadap bisnisnya, termasuk mencari terobosan-terobosan untuk meraup profit.

Kondisi demikian jelas tidak bisa dibiarkan. Paling tidak ada beberapa poin yang harus dilakukan agar menjadikan franchise di Indonesia lebih baik lagi. Diantaranya ialah:

  1. Franchisee sebagai mitra franchisor seyogyanya dapat menjalankan bisnisnya sesuai dengan yang diperjanjikan dan tentunya berkomitmen penuh guna membesarkan outlet-nya.
  1. Media & konsultan franchise dapat mengambil peranannya dalam edukasi penerapan franchise yang baik serta terus berupaya mendorong tumbuhnya bisnis ini menjadi lebih baik dan tetap mengawal sesuai dengan kaidah-kaidah waralaba.
  2. Calon investor harus lebih selektif memilih bisnis franchise yang prospek dan tentunya membuang jauh-jauh paradigma waralaba disamakan dengan deposito, pasti untung dan tinggal ongkang ongkang kaki.

Franchise tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tapi juga telah melahirkan banyak pengusaha baru, franchisee baru, profesional & menggerakan bisnis disekelilingnya dan yang pasti franchise terbukti mampu membantu menggerakan perekonomian bangsa. Menjaga citra baik bisnis franchise harus diwujudkan dan duduk bersama-sama, baik pemerintah selaku pemegang regulasi, franchisor & franchisee selaku pelaku dari bisnis iniserta media dan pemerhati franchise yang akan mendorong tumbuhnya bisnis ini. Ayo, wujudkan franchise lebih baik!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *